Minggu, 09 Mei 2010

LUNA

Di pagi cerah ,matahari mulai menampakan sinarnya, Luna bersiap-siap pergi ke kampus. Dengan penuh pengharapan yang baik Luna pergi kuliah dengan ceria. Luna pergi dengan kereta yang sangat tidak nyaman kecuali luna naik kereta excekutiv. walau banyak kemungkinan yang terjadi di dalamnya,seperti kecopetan salah satunya ,tapi Luna tetap santai dan ceria di dalam kereta, mungkin karena irit juga kali ya. Tapi tidak apalah yang penting sampai sekolah selamat dan nggak telat tentunya .
Setelah lama menunggu kereta yang tak lekas datang akhirnya Luna menelfon kakaknya untuk mengantarkannya ke kampus. Setelah Luna menunggu beberapa menit akhirnya kakaknya Luna datang.
“kenapa lo de ? kendaraan pribadi lo nggak datang??”kakak Luna mungejek sambil tertawa.
“ihh kakak udah dong ketawanya, dah puaskan!!”
Setelah beberapa lama di mobil Luna lupa membawa tugas yang akan di kumpulkan hari ini. Kemudian Luna dan kakaknya kembali ke rumah untuk mengambil tugas yang ketinggalan itu.
“lenkap sudah penderitaan gw……!!!!!!!!” gerutu Luna meratapi kesialannya hari ini.
Dan kakannya hanya menertawakannya dan membuat Luna jengkel. Setelah Luna mengambil tugasnya dia langsung berangkat dengan diantar oleh kakaknya yang sedikit menjengkelkan di perjalanan. Luna selalu melihat jam tangannya karena takut telat.
“kak, bisa lebih cepat nggak sih????” desak Luna kepada kakaknya karena Luna takut telat nanti sampai di kampus.
“iya , sabar donk de!!” jawab kakak dengan santai.
“ihhh kak gw itu udah telat tau……..”.
Setelah Luna sampai di kampus Luna langsung lari-lari menuju kelasnya. Dengan jantung yang berdebar-debar karena takut dosennya sudah datang. Setelah Luna sampai di kelasnya Luna lekas membuka pintu kelasnya dan ternyata dugaan Luna benar dosennya sudah datang dan itu artinya Luna akan lewat jam pertama.
“permisi pak…….!!”salam Luna.
“iya,, silakan duduk di tempat mu”.
Ternyata perkiraan Luna yang mengerikan itu tidak terjadi. Begitu bingungnya Luna seakan-akan tak percaya bahwa dosenya akan mengizinkannya masuk. Didalam hatinya bertanya-tanya apakah itu hanya mimpi?. Tapi tidak itu benar-benar kenyataan tapi Luna merasa malu dengan cowok yang ada di dalam kelas yang ia sukai.
Setelah jam pertama berakhir Luna bertanya kepada temanya apa yang membuat dosennya baik hari ini.
“Gita gw bingung tumben dosen baik?”Tanya Luna kepada Gita untuk menjawab rasa bingungnya.
“gw juga nggak ngerti Lun!....”
Walaupun Luna bingung tapi Luna menganggap itu semua mungkin jalan keluar kesialannya tadi pagi. Lalu Luna pulang ke rumah, pastinya dengan kereta. Ketika dia sedang membeli tiket teryata cowok yang dia suka lewat bersama temanya. Luna bingung biasanya cowok itu naik motor tetapi kenapa dia jalan. Dengan pedenya Luna berfikir bahwa cowok itu mau bareng pulang dengannya. Tapi ternyata cowok itu hanya lewat di setasiun.
Tidak lama menunggu kereta, lalu kereta itu datang dan untungnya kereta tidak penuh penumpang. Setelah di tengah perjalanan teman Luna, Gita mengabarkan bahwa cowok yang di sukai Luna sedang duduk berdua di stasiun sama cewek namanya Mira. Lalu Luna sedikit merasa cemburu, Luna berfikir bahwa cowok itu sebenarnya mau pulang barengnya.
Keesokan harinya Luna berpura bertanya kepada Mira tentang informasi kemarin.
“Mira lo kemarin naik kereta sama siapa?” Tanya Luna
“oh… kemarin gw sama si Rio, dia ketinggalan kereta sama kaya gw dan akhirnya kita pulang bareng” jawab Mira
“oh… gitu” balas Luna
“emangnya ada apa Lun?”Mira balik bertanya.
“nggak ada apa-apa, thanks ya Mir.” Luna mencoba untuk meyakinkan Mira seperti tidak terjadi apa-apa.
Kemudian Luna duduk di tempatnya mungkin benar dugaan Luna bahwa cowok itu sebenarnya mau pulang bareng Luna.Kemudian cowok yang di sukai Luna datang dan ternyata dia duduk di samping Luna. Luna merasa kaget dan nervous duduk di sampingnya.
“bolehkan gw duduk di sini?”Tanya cowok itu.
“oh iya nggak apa-apa” jawab Luna dengan santai.
“lo kok bisa sich dapet nilai bagus”
“iya bisa karena gw belajar, kalo lo belajar juga bisa dapetin nilai yang bagus”
Setelah lama mengobrol sambil tertawa, teman-teman mereka melihat dengan sinis dan salah satu teman mereka bertanya.
“ih Rio tumben lo ngobrol, biasanya juga diam “Tanya Dela
Rio hanya tertawa mendengar Dela bertanya. Memang sebenarnya Rio adalah tipe orang yang pendiam di kelas dia selalu berbicara yang penting aja. Setelah mereka mengobrol dan bercanda akhirnya pelajaran di mulai. Mungkin rasa cinta Luna kepada Rio tercium saat Luna dan Rio duduk berdua. Teman-teman mereka merasa bahwa mereka berdua ada apa-apa “cinta” diantara mereka berdua. Memang perasaan Luna kepada Rio cinta. Tapi Luna tidak tahu bahwa Rio juga suka dan cinta kepada Luna. Setelah jam pelajaran habis Luna kemudian pulang dengan kendaraannya, yaitu KERETA. Mungkin rasa cinta Luna kepada Rio tidak sebanding dengan rasa cintanya kepada kereta, tapi itu mungkin tidak bagi Rio yang memang sebenarnya cinta kepada Luna.
“Luna kok lo bisa ngobrol sama Rio ?”Tanya Gita.
“bisa dong gw gitu!!”jawab Luna dengan santai.
“jangan-jangan lo sebenarnya emang udah jadian lagi sama Rio?”kata Gita sambil mengejek-ejek Luna sampai Luna merasa kegeeran.
“ahh apaan sich lo Git!!”dengan muka yang merah karena di goda-godain oleh Gita.
Setelah sampai di rumah Luna masih tidak percaya bahwa dia dan Rio akan mengobrol, tertawa, dan bercanda bersama.
“Luna……Luna……”kakak memanggil Luna dengan teriak-teriak seakan terjadi kesalahan yang Luna lakukan kepada kakaknya.
“ada apa sih lo kak ?? kaya orang kesetanan.”Tanya Luna dengan santai tapi sebenarnya Luna ketakutan kalo kakaknya memanggilnya dengan teriak-teriak.
“lo tadi ambil laptop gw ya di mobil ?”
“iya……, hehehe”
“ketawa lagi lo de udah tau gw panik”
“maaf deh kak” jawab Luna dengan tersenyum dan seakan-akan merasa tidak bersalah padahal kakaknya sangat marah padanya. Kemudian Luna kembali ke kamar lalu menyalakan internet. Kemudian Luna iseng-iseng mencari facebook Rio setelah ketemu facebooknya Rio ketemu ternyata fotonya sangat ganteng dan manis banget. Luna merasa takjub banget dan ngak menyangka kalau Rio bisa juga bergaya seperti seorang model yang terkenal. Setelah selesai bermain dengan facebooknya Luna lekas tidur karena hari sudah malam. Sebelum tidur Luna berdoa dan berharap besok akan menjadi hari yang cerah dan menyenangkan buat Luna dan semua orang yang sayang dengan Luna. Itu biasa dilakukan Luna setelah sholat dan mau tidur bahkan setelah bangun tidur.
“ya Tuhanku berikanlah hari esokku menjadi hari yang terbaik buatku maupun orang-orang yang sayang denganku” itu adalah doa Luna sebelum tidur.
Pagi yang cerah menghantarkan Luna untuk bangun lebih awal dan membuat Luna semangat untuk menyambut hari yang baik ini. Walaupun hari ini Luna libur kuliah dan tidak bisa melihat cowok ganteng yang biasa membuat hari-hari Luna di kampus menjadi indah walau banyak tugas yang harus di kerjakan tapi Luna selalu bersemangat. Saat Luna sedang sarapan pagi kakak Luna memanggil Luna dengan nada yang marah-marah seperti kemarin malam.
“Luna….Luna….”
“iya ada apa lagi sih ka’ jangan buat gw takut deh!!!” Tanya Luna.
“nanti lo mau ikut nggak ke mall, nonton film baru”
“ah, kakak kirain lo mau ngomel-ngomel lagi sama gw iya gw mau ikut, tapi kakak bayarin ya” dengan bernafas lega Luna menjawab ajakan kakaknya untuk menonton di mall bersama teman-teman kakaknya.
Setelah sampai di mall Luna dan kakaknya menunggu teman kakaknya Luna di ruang tunggu bioskop. Setelah beberapa lama Luna dan kakaknya menunggu akhirnya teman-teman kakaknya Luna datang juga .
“lama banget lo, gw tunggu dari tadi kemana aja lo??”Tanya kakak Luna kepada temannya.
“sorry,, tadi macet di jalan, ngomong –ngomong bukanya lo belum putus ya sama Rini?”Tanya teman kakaknya Luna kepada kakak Luna. Bermaksud bertanya siapa yang bersama kakak Luna.
“ya belum lah, gw tau maksud lo!!! Ade gwkan?”
“oh ini adik lo!! Cantiknya nggak sebanding dengan kakaknya, hehehe…”
Teman kakaknya Luna mengejek kakak Luna karena merasa Luna cantik dan menganggap kakak Luna berbanding terbalik, tapi sebenarnya kakak Luna memang benar-benar ganteng.
Setelah Luna selesai menonton film dengan kakaknya dan tema-teman kakaknya yang sangat rusuh dan menjengkelkan dari mulai datang sampai pulang menonton bioskop.
“kak’ pokoknya gw nggak akan ikut-ikut lo lagi” kata Luna dengan nada marah-marah karena ulah tema-teman kakaknya yang sangat menjengkelkan buat Luna.
“yaudah lah teman-teman gw emang kaya begitu santai aja kali” jawab kakak Luna dengan santai seolah-olah Luna tidak marah kepadanya.
Sesampainya di rumah Luna langsung ke kamarnya. Luna langsung berberes untuk kuliah besok.
Keesokan harinya di kampus. Luna dihampiri oleh Rio dan tidak biasanya tatapan Rio kepada Luna. Seakan-akan Rio ingin mencium Luna kemudian Luna berusaha menghindar dan ternyata Rio menghampiri Luna untuk mengatakan sesuatu.
“Luna, to the point aja ya, gw suka sama lo!!!”
Luna langsung terkejut dan tidak menyangka bahwa cowok yang ia sukai ternyata suka juga dengannya. Luna binggung menjawab apa, tapi Luna memang sebenarnya suka juga dengan Rio. Setelah lama Luna diam Rio berbicara lagi.
“kalo lo ngak bisa jawab sekarang nggak apa-apa kok” Rio terlihat kecewa tapi Luna berusaha menjawabnya sekarang juga. Lalu Luna menghampiri Rio yang sedang duduk di tempatnya.
“iya, Rio gw juga suka sama lo” kata Luna dengan deg-degannya. Kemudian Luna merasa lega karena sudah menjawab pernyataan yang diungkapkan oleh Rio kepadanya. Dan setelah itu Rio langsung memeluk Luna secara spontan, dan itu membuat Luna terkejut.
“gw sayang sama lo Lun” bisik Rio kepada Luna. Luna merasa nyaman di peluk oleh Rio dengan hangat. Kemudian ketika mereka sedang berpelukan teman Luna Gita masuk kelas dan terkejut kemudian Luna dan Rio melepaskan pelukan. Luna merasa malu dan Rio langsung duduk ke tempatnya dan Gita menarik Luna keluar.
“Luna sebenarnya lo ada apa sama Rio?” Tanya Gita dengan penasaran.
“gw,, udah jadian sama Rio” jawab Luna
“yang bener lo?” kata Gita dengan kaget mendengar bahwa Luna sudah jadian sama Rio.
“iya,,.” Jawab Luna dengan santai. Kemudian mereka langsung ke kelas. Dan di kelas Gita selalu menggoda Luna dengan Rio. Gita membuat mereka berdua malu.
Setelah kuliah selesai Rio langsung menghampiri Luna.
“Lun gw antar pulang ya?” ajak Rio
“emm, oke” Luna senang karena Rio perhatian juga dengannya. Lalu Luna keluar kelas dengan malu-malu Karena mereka masih hangat-hangatnya pacaran. Saat di perjalanan Luna masih canggung berdua dengan Rio. Luna binggung karena Rio tahu jalan menuju rumahnya.
“Rio kok tau jalan rumah gw?” Tanya Luna dengan bingung.
“iya, waktu itu gw pernah main kerumah teman gw dan gw lihat lo ada di rumah “ Jawab Rio
“emangnya teman lo siapa?” Tanya Luna
“Reyhan…!” Jawabnya
Luna langsung kaget kalau Rio ternyata berteman dengan Reyhan, karena Reyhan adalah teman Luna kecil.
Setelah sampai di rumah Luna langsung menghampiri kakaknya.
“kak di depan ada teman gw”
“siapa cowok lo ya?” Tanya kakaknya Luna dengan nada mengoda Luna.
“tau deh terserah!!!”
Kemudian kakak Luna menghampiri Rio yang sedang duduk di depan rumah.
“hai…” kata kakak Luna kepada Rio.
“oh…. Kakaknya Luna?” Tanya Rio.
“iya…., lo cowoknya Luna ?” Kakak Luna bertanya balik kepada Rio. Sebelum Rio mau menjawab Luna datang.
“ayo, minum” kata Luna.
Setelah beberapa lama Rio dan Luna mengobrol kemudian Rio pulang.
Dan kakak Luna langsung menghampiri Luna,ternyata kakaknya Luna hanya menggodai Luna karena Rio datang ke rumahnya. Kakaknya Luna seakan-akan tidak percaya kalau Luna akan mempunyai teman cowok apalagi pacaran. Kakaknya Luna menganggap Luna masih kecil dan belum mengenal pacaran walaupun Luna sudah kuliah.
Sebelum Luna tidur Luna datang ke kamar kakaknya untuk menceritakan siapa Rio dan kakak Luna hanya tertawa dan memberikan amanat agar Luna jaga diri baik-baik saat pergi dengan Rio. Dan kakaknya Luna juga menceritakan pengalamannya saat pacaran. Dan kakaknya Luna berulang kali menasihati Luna agar berpacaran dengan sehat dan tidak lewat batas kewajaran, kakakNya Luna menasihati Luna agar adiknya tidak terjebak dan memang kakaknya Luna memberikan nasihat karena dia sangat sayang dan cinta kepada adiknya dan tidak ingin terjadi apa-apa dengan Luna.

1 komentar:

caRmeL cHo mengatakan...

kyk'a w taw d sapa itu "Luna" dan "Rio"....
lw curhat yaa mei???
pii yg akhir2 khyalan lw doang ato mank pnah kjdian????
.wkwkwkwk

Posting Komentar

 
Convert By NewBloggerTemplates Wordpress by WpThemesCreator